May
01

Rontgen

Posted by dewinugrahawati

Rontgen

Penemuan sinar X berawal dari penemuan Rontgen. Sewaktu bekerja dengan tabung sinar katoda pada tahun 1895, W. Rontgen menemukan bahwa sinar dari tabung dapat menembus bahan yang tak tembus cahaya dan mengaktifkan layar pendar atau film foto.

selengkapnya Dowload Here

Nov
09

Kebisingan Area Parkir dalam Mall

Posted by dewinugrahawati

Teman-teman di dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari  “Bising“. Bising mengakibatkan ketulian bahkan efek psikologis. Pada area perparkiran banyak sepeda motor yang datang dan pergi hingga menyebabkan kebisingan bahkan polusi akibat gas buang knalpot. Selengkapnya Download here

Nov
08

sistem perparkiran pada di dalam Gedung Mall

Posted by dewinugrahawati

Teman-teman di dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari  “Bising“. Bising mengakibatkan ketulian bahkan efek psikologis. Pada area perparkiran banyak sepeda motor yang datang dan pergi hingga menyebabkan kebisingan bahkan polusi akibat gas buang knalpot. Selengkapnya Download here

Assalamu’alaikum wr. wb

Dalam buku ini membahas tentang ilmu akustik, dimana salah satu bagian di dalamnya membahas mengenai bunyi. Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang ongitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara. Pada bagian ini akan membahas mengenai atenuasi bunyi di dalam pipa, hubungan pada transmisi dan pipa dengan diskontinuitas, yang kesemuanya terdapat pada bab transmisi bunyi di dalam pipa.

Untuk selengkapnya Download here

Oct
18

Posted by dewinugrahawati

APLIKASI TRANSFORMASI FOURIER

Banyak ilmuwan yang telah mengenal Transformasi Fourier (TF) atau Analisis Fourier, analisis ini sudah banyak digunakan dalam pengolahan sinyal. AnalisisFourier adalah analisis gelombang yang mengekspansikan sinyal atau fungsi ke dalamgelombang sinus (atau exponensial kompleks, yang ekivalen) yang terbukti sangatberharga dalam metematika, sains dan teknik, terutama untuk fenomena periodik, tak gayut waktu, atau stasioner. Seperti halnya Transformasi Fourier, Transformasi Wavelet digunakan juga untuk menganalisis sinyal ataupun data. Transformasi Wavelet (TW) adalah suatu alat untuk memilah-milah data, fungsi atau operator ke dalam komponen frekuensi yang berbeda-beda, kemudian mempelajari setiap komponen dengan suatu resolusi yang cocok dengan skalanya. Dahulu teknik ini ditemukan sebagai alat dalam menyelesaikan persoalan dalam matematika murni, misalnya Calderon (1994), fisika dalam mekanika kuantum oleh Aslaken dan Klauder (1968), Hamiltonian atom Hidrogen oleh Paul (1985) dan dalam ilmu teknik dikenalkan oleh Esteban dan Galland (1977) dalam mendesain filter QMF, filter QMF ini kemudian dikembangkan dengan konstruksi eksak oleh Smith dan Barnwell (1986), dalam teknik kelistrikan lainnya oleh Vetterli (1986) dan pada tahun 1983

Wavelet digunakan dalam menganalisis data seismic oleh J. Morlet. Pada kurun waktu lima tahun terakhir ini telah terlihat suatu sintesis antara semua pendekatan yang berbeda, yang telah sangat kaya dengan harapan untuk semua lapangan yang dikaji. Dengan menggunakan metoda wavelet telah secara umum dilakukan dengan sukses penyelesaian numerik persamaan diferensial parsial, pengolahan sinyal seismik dan geofisika, pengolahan sinyal dan citra biomedik/medis, komunikasi dan bahkan dikombinasikan dengan fractal untuk digunakan salah satunya menghilangkan noise dalam musik. Dalam penginderaan jauh salah satunya Marcello Melis dan Andrea Lazzori menggunakan transformasi wavelet untuk mereduksi noise pada citra ERS-1 yang dilaporkan pada First ERS-1 Pilot Project Workshop di Toledo Spanyol tahun 1994.

Transformasi diperlukan bila kita ingin mengetahui suatu informasi tertentu yang tidak tersedia sebelumnya

Contoh :

Ø jika ingin mengetahui informasi frekuensi kita memerlukan transformasi Fourier

Ø Jika ingin mengetahui informasi tentang kombinasi skala dan frekuensi kita memerlukan transformasi wavelet

Transformasi Citra

Transformasi citra, sesuai namanya, merupakan proses perubahan bentuk citra untuk mendapatkan suatu informasi tertentu

Transformasi bisa dibagi menjadi 2 :

Ø Transformasi piksel/transformasi geometris

Ø Transformasi ruang/domain/space

Transformasi Pixel

Transformasi piksel masih bermain di ruang/domain yang sama (domain spasial), hanya posisi piksel yang kadang diubah

Contoh: rotasi, translasi, scaling, invers, shear, dll.

Transformasi jenis ini relatif mudah diimplementasikan dan banyak aplikasi yang dapat melakukannya (Paint, ACDSee, dll)

Transformasi Ruang

Ø Transformasi ruang merupakan proses perubahan citra dari suatu ruang/domain ke ruang/domain lainnya, contoh: dari ruang spasial ke ruang frekuensi

Ø Masih ingat istilah ‘ruang’ ? Ingat-ingat kembali pelajaran Aljabar Linier tentang Basis dan Ruang

Contoh : Ruang vektor. Salah satu basis yang merentang ruang vektor 2 dimensi adalah [1 0] dan [0 1]. Artinya, semua vektor yang mungkin ada di ruang vektor 2 dimensi selalu dapat direpresentasikan sebagai kombinasi linier dari basis tersebut.

Ada beberapa transformasi ruang yang akan kita pelajari, yaitu :

– Transformasi Fourier (basis: cos-sin)

– Transformasi Hadamard/Walsh (basis: kolom dan baris yang ortogonal)

– Transformasi DCT (basis: cos)

– Transformasi Wavelet (basis: scaling function dan mother wavelet)

Transformasi Fourier

Pada tahun 1822, Joseph Fourier, ahli matematika dari Prancis menemukan bahwa: setiap fungsi periodik (sinyal) dapat dibentuk dari penjumlahan gelombang-gelombang sinus/cosinus.

Contoh : Sinyal kotal merupakan penjumlahan dari fungsi-fungsi sinus

Selain itu salah satu aplikasi transformasi Fourier adalah mengetahui adanya arus bocor pada isolator.

Isolator merupakan bagian penting dalam transmisi dan distribusi energi elektrik. Pada saat ini isolator keramik pasangan luar banyak dipakai di sistem jaringan energi elektrik termasuk kepunyaan PT. PLN. Dalam kenyataan sering terjadi kegagalan sistem akibat kegagalan isolator. Salah satu faktor yang mempengarahi proses kegagalan isolator pasangan luar (outdoor insulator) adalah pengotoran yang terjadi pada permukaannya. Pengotoran tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana isolator tersebut ditempatkan [1,2,3]. Adanya pengotoran akan menyebabkan kenaikan arus bocor. Arus bocor akan mengakibatkan rugi-rugi energi listrik dan meningkatkan degradasi permukaan isolator yang pada jangka lama dapat menyebabkan kegagalan isolasi.

Pada studi ini diteliti bagaimana pengaruh kondisi permukaan isolator dan lingkungan terhadap magnituda, bentuk gelombang, dan spektrum harmonik dari arus bocor. Dengan mengetahui hubungan antara kondisi permukaan isolator dan pola arus bocor diharapkan dapat dilakukan diagnosis kondisi isolasi dari isolator. Salah satu contohnya adalah isolator keramik pos pin 20 kV produksi PT. Twink Indonesia. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan tegangan tinggi bolak-balik pada frekuensi jala-jala 50 Hz. Pada pengujian tersebut, isolator ditempatkan di ruang pengujian (test chamber) yang dindingnya terbuat dari alumunium dan berukuran (90 x 90 x 120) cm. Ruang pengujian tersebut dilengkapi oleh sistem pengaturan suhu dan kelembaban, sistem pembuat kabut, dan sistem pemanas. Untuk mensimulasikan pengotoran yang terjadi di alam, digunakan polusi buatan (artificial pollution) yang terdiri dari polusi semen (berupa semen yang ditaburkan secara merata di permukaan isolator) dan polusi garam (berupa larutan yang terdiri dari campuran air, garam, dan kaolin, dimana isolator dicelupkan secara merata pada larutan tersebut) menurut standar IEC 815. Arus bocor yang mengalir pada permukaan isolator diukur dengan mengukur tegangan jatuh pada resistor seri dengan menggunakan digitalstorage osciloscope. Untuk memproteksi peralatan ukur terhadap tegangan lebih dipergunakan MOV 47 V dan arester DEHN UGKF/BINC. Data digital dari osciloscope ditransfer ke komputer dengan bantuan GPIB dari National Instrument dan perangkat lunak Wavestar. Selanjutnya terhadap data arus bocor yang telah disimpan di dalam komputer dilakukan analisa harmonik dengan transformasi fourier menggunakan perangkat lunak Matlab.

PEMANFAATAN WAVELET

Seperti telah dikemukakan pada pendahuluan Transformasi Wavelet dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai macam lapangan ilmu. Dalam pengolahan sinyal transformasi ini dapat dikombinasikan dengan FFT dan mempercepat perhitungan tersebut sehingga mengurangi kekomplekan komputasi (computation complexity) menjadi O(N). Diantara banyak pemanfaatan Transformasi Wavelet ada tiga macam yang akan dikemukakan dalam tulisan ini yang berkaitan dengan pengolahan sinyal dan citra penginderaan jauh, yaitu; pengurangan noise (denoising), dan kompresi.

Sumber : Mohammad Nadsyir

http://zulkaryanto.wordpress.com

Selengkapnya Download Here

Aug
29

Fisika Inti

Posted by dewinugrahawati

INTI dan jari-jari atom

1. Inti Atom

Partikel-partikel bermuatan positif yang menyusun inti yang disebut dengan Proton.Menurut Millikan dan Thomson,massa electron sangatlah kecil,sehingga massa proton hanya sedikit lebih kecil dari massa atom hydrogen.James Chadwick (1891-1974),pada tahun 1933 berhasil mendemonstrasikan kehadiran partikel neutron.Proton-proton dapat dengan mudah dideteksi oleh kamar ionisasi (ionization chamber detector).

picture11

Dengan demikian,inti atom terdiri darisejumlah proton dan sejumlah neutron tak bermuatan.Proton dan neutron sebagai penyusun inti atom (nucleus) disebut sebagai nucleon.Jumlah proton dalam suatu inti atom,dilambangkan oleh Z.Sedangkan jumlah nucleon dalam inti atom disebut nomor assa,dilambangkan oleh A.Jika unsure dilambangkan oleh X maka inti atom dengan nomor massa tertentu disebut nuklida.Sebuah nuklida dilambangkan dengan

picture2

Dari Lambang nuclida picture31kita bisa enentukan jumlah proton dan neutron dalam inti atom,dan sekaligus juga jumlah electron yang mengitari inti,yaitu sebagai berikut:

Jumlah proton = Z

Jumlah neutron = A – Z

Neutron = Z untuk atom netral

Nuklida-nuklida dengan jumlah proton sama tetapi jumlah neutron berbeda disebut Isotop.Nuklida-nuklida dengan jumlah nucleon sama tetapi jumlah proton berbeda disebut Isobar.Sedangkan nuklida-nuklida dengan jumlah neutron yang sama disebut Isoton. Muatan dan Massa Partikel-partikel pembentuk atom. Proton memiliki satu muatan elementer positif yang besarnya sama dengan muatan e electron (dengan e = 1,6 x 10-19 ).Neutron tidak bermuatan sehingga neutron tidak dibelokkan ketika melalui suatu medan listrik atau magnetic.Itulah sebabnya neutron leih sukar untuk dideteksi.Massa-massa inti dapat diukur dengan ketelitian tinggi dengan memakai spectrometer massa. Satu proton atau satu neutron kira-kira memiliki 1 sma.Elektron memiliki massa hanya sebagian kecil dari satu u.

massa proton = 1,007 276 u

massa neutron = 1,008 665 u

massa electron = 0,000 549 u

Ahli nuklir lebih sering menyatakan satuan massa dalam satuan energi ekivalennya,yaitu MeV/c2,

dimana 1 u = 1,660 559 x 10-27 kg = 931,50 MeV/c2

dengan c = 3 x 108 m/s adalah cepat rambat cahaya dalam vakum.

Kestabilan inti

Ukuran dsn bentuk intiJari-jari inti atom r bergantung pada nomor massa A dan secara pendekatan diberikan oleh jari–

jari atom.

2. Jari-jari inti atom r = (1,2 x 10-15 m) 1/ 3 A

Kesetabilan inti Jumlah neutron menjadi lebih besar dari jumlah proton begitu nomor atom Z meningkat. Peluruhan atau penyusunan ulang struktur-struktur internal secara spontan ini disebut radioktivitas(radioactivity), yang ditemukan pertama kali oleh Fisikiawan Prancis,Hendry Becqurel (1852-1908) pada tahun 1896. Defek Massa dan Energi ikat inti Massa atom netral dapat diukur dengan menggunakan spektrom meter massa. Massa atom terlalu kecil jika dinyatakan dalam satuan kilogram, sehingga massa atom dinyatakan dalam atomic mass unit(u).

Atom netral helium picture4mengandung 2 proton, 2 neutron, dan 2 elektron.Dengan demikian kita harapkan massa atom

picture41sama dengan jumlah 2 proton,2 neutron,dan 2 elektron.Dengan demikian

Massa 2 proton = 2 x 1,007 276 u = 2,014 552 u

Massa 2 neutron = 2 x 1,008 665 u = 2,017 330 u

Massa 2 elektron = 2x 0,000 549 u = 0,001 098 u +

Massa picture42= 4,001 098 u

Massa sebuah inti stabil selalu lebih kecil daripada massa gaungan nucleon-nukleon pembentuknya.Selisih massa antara gabungan massa nucleon-nukleon pembentuk inti dengan massa inti stabilnya disebut defek massa (mass defect).

Energi yang diperlukan untuk memutuskan inti menjadi proton-proton dan neutronn-neutron pembentuknya disebut Enegi ikat inti(binding energi). Energi ikat dan defek massa ∆E=∆mc2

Dengan 1 u=931MeV/c2

Sehingga jika E dan _m dinyatakan dalam MeV dan u, maka menjadi ∆E=∆m x (931 MeV/u)

Rumus menghitung energi ikat

Energi ikat inti ∆E = [Zmp + (A-Z)mn + m picture32 ] x 931 MeV/u

Dengan: ∆E=energi ikat inti atom(dalam MeV),

Z, A= nomor atom dan nomor massa atom X,

Mp= massa proton(dalam u),

Mn= massa neutron(dalam u),

Me= massa electron(dalam u),

picture5= massa atom netral X dari hasil pengukuran,

Bentuk grafik gambar terutama ditentukan oleh 3 faktor:

1. lengkungan yang hamper lurus, terbentuk karena nukleon – nukleon berinteraksi hanya dengan tetangga – tetangga tersekatnya; artinya enegi ikat per nukleon tak tergantung pada jumlah nukleon dalam ikat(nomor massa A);

2. lengkungan yang berkurang tajam untuk inti ringan, terbentuk karena inti ringan secara relatif memiliki nukleon – nukleon yang lebih datar dank arena itu hanya memiliki tetangga – tetangga terdekat yang lebih sedikit dari pada inti berat; dan

3. lengkungan yang berkurang secra berangsur untuk inti berat adalah berhuungan dengan gaya tolak menolak coulomb antara proton – proton, yang makin besar untuk jumlah proton yang lebih banyak.

Jika kita memisah suatu inti yang berat menjadi dua inti yang lebih ringan,energi akan dibebaskan,kerena energi ikat per nucleon lebih besar untuk dua inti yang lebih ringan daripada untuk inti induk yang berat.Proses ini dikenal dengan reaksi fisi.Kita juga dapat meggabungkan dua inti yang ringan menjadi sebuah inti yang berat,proses ini disebut reaksi fusi.

Aug
29

Ayunan (Kuliah Gelombang)

Posted by dewinugrahawati

Gerak Harmonik Sederhana Pada Ayunan

Setiap gerak yang terjadi secara berulang dalam selang waktu yang sama disebut gerak periodik. Karena gerak ini terjadi secara teratur maka disebut juga sebagai gerak harmonik/harmonis. Apabila suatu partikel melakukan gerak periodik pada lintasan yang sama maka geraknya disebut gerak osilasi/getaran. Bentuk yang sederhana dari gerak periodik adalah benda yang berosilasi pada ujung pegas. Karenanya kita menyebutnya gerak harmonis sederhana. Banyak jenis gerak lain (osilasi dawai, roda keseimbangan arloji, atom dalam molekul, dan sebagainya) yang mirip dengan jenis gerakan ini, sehingga pada kesempatan ini kita akan membahasnya secara mendetail. Banyak benda ataupun fenomena yang sebenarnya dapat dijelaskan atau dianalisis dengan ilmu fisika. Bahkan benda-benda yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari menggunakan konsep-konsep fisika dalam cara kerjanya. Gerak pendulum adalah salah satu contoh gerak yang lintasannya berupa garis lengkung. Gerak pendulum dapat digolongkan sebagai gerak harmonis karena benda bergerak bolak-balik disekitar titik keseimbangan sehingga pola kurvanya berupa fungsi sinusoidal.

Dalam kehidupan sehari-hari, gerak bolak balik benda yang bergetar terjadi tidak tepat sama karena pengaruh gaya gesekan. Ketika kita memainkan gitar, senar gitar tersebut akan berhenti bergetar apabila kita menghentikan petikan. Demikian juga bandul yang berhenti berayun jika tidak digerakan secara berulang. Hal ini disebabkan karena adanya gaya gesekan. Gaya gesekan menyebabkan benda-benda tersebut berhenti berosilasi. Jenis getaran seperti ini disebut getaran harmonik teredam. Walaupun kita tidak dapat menghindari gesekan, kita dapat meniadakan efek redaman dengan menambahkan energi ke dalam sistem yang berosilasi untuk mengisi kembali energi yang hilang akibat gesekan, salah satu contohnya adalah pegas dalam arloji yang sering kita pakai. Pada kesempatan ini kita hanya membahas gerak harmonik sederhana secara mendetail, karena dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak jenis gerak yang menyerupai sistem ini.

Gerak yang berulang dalam selang waktu yang sama disebut Gerak Periodik. Gerak periodik ini selalu dapat dinyatakan dalam fungsi sinus atau cosinus, oleh sebab itu gerak periodik disebut Gerak Harmonik. Jika gerak yang periodik ini bergerak bolak-balik melalui lintasan yang sama disebut Getaran atau Osilasi. Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu lintasan bolak-balik disebut Periode, sedangkan banyaknya getaran tiap satuan waktu disebut Frekwensi. Hubungan antara periode (T) dan frekwensi (f) menurut pernyataan ini adalah : rumus Satuan frekwensi dalam SI adalah putaran per detik atau Hertz (Hz). Posisi pada saat resultan gaya bekerja pada partikel yang bergetar sama dengan nol disebut posisi seimbang. Perhatikan sebuah benda massanya m digantungkan pada ujung pegas, pegas bertambah panjang. Dalam keadaan seimbang, gaya berat w sama dengan gaya pegas F, resultan gaya sama dengan nol, beban diam.


picture1

Dari kesimbangannya beban diberi simpangan y, pada beban bekerja gaya F, gaya ini cenderung menggerakkan beban  keatas. Gaya pegas merupakan gaya penggerak, padahal gaya pegas sebanding dengan simpangan pegas.

F = - k y ;k  tetapan pegas.

Bila beban dilepas dari kedudukan terbawah (A), beban akan bergerak bolak balik sepanjang garis A-O-B. Gerak bolak-balik disebut getaran dan getaran yang gaya penggeraknya sebanding dengan simpangannya disebut : Gerak Harmonis.
Simpangan yang terbesar disebut Amplitudo getaran (A).
Saat simpangan benda y, percepatannya :
A =   rumus-21

Besar energi potensialnya : Ep = ½ ky2
Ketika simpangannya terbesar energi kinetiknya Ek = 0, sedangkan energi potensialnya Ep = ½ kA2 ….. Jadi energi getarannya  E = Ep + Ek = ½ kA2 + 0
E = ½ kA2
Energi kinetik saat simpangannya y dapat dicari dengan hukum kekekalan energi.
E = Ep + Ek
Ek = E – Ep = ½ kA2 – ½ ky2
Frekuensi (f)
Gerakan dari A-B-O-A disebut satu getaran, waktu yang diperlukan untuk melakukan satu getaran disebut PERIODE (T) dan banyaknya getaran yang dilakukan dalam satu detik disebut bilangan getar atau FREKWENSI
Dalam T detik dilakukan 1 getaran. Dalam 1 detik dilakukan  getaran
Jadi :   f =
Satuan T dalam detik, f dalam Hertz atau cps (cycles per sekon) atau rps (rotasi per sekon)
Proyeksi Gerak Melingkar Beraturan
Gerak bolak-balik piston menjadi gerak putaran pada sebuah kendaraan bermotor, gerak putar pada sebuah mesin jahit menjadi gerak bolak-balik jarum mesin jahit, menunjukkan adanya kaitan antara gerak melingkar dengan gerak harmonik.
Gerak melingkar beraturan titik P dalam tiap-tiap saat diproyeksikan pada garis tengah MN, titik proyeksinya yakni titik Q bergerak dari O-M-O-N-O, dengan kata lain titik Q bergerak menyusuri MN bolak-balik.

picture22

[ Selengkapnya - Download Here ]

A. JUDUL PROGRAM
Pemanfaatan Buah Belimbing Wuluh (Averr hoa bilimbi L) sebagai Cairan
Akumulator Secara Alami dan Ramah Lingkungan.
B. Latar Belakang Masalah
Buah belimbing adalah nama Melayu untuk jenis tanaman buah dari keluarga
Oxalidaceae, marga Averrhoa. Tanaman belimbing dibagi menjadi dua jenis, yaitu
belimbing manis (Averrhoa carambola) dan belimbing asam (Averrhoa bilimbi)
atau lazim pula disebut belimbing wuluh. Belimbing adalah tanaman asli
Indonesia dan Malaysia, yang kemudian menyebar rata di Asia Tenggara seperti
Kalimantan, Filipina, dan ke negara lainnya. Alasannya, karena tanaman
belimbing berasal dari kawasan beriklim kering di Asia Tenggara, seperti halnya
Jawa dan Sumatera. (Lin, 1994).
Banyak tanaman di Indonesia yang sebenarnya dapat memberikan banyak
manfaat, namun belum dibudidayakan secara khusus. Salah satu diantaranya
adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Belimbing wuluh merupakan
tumbuhan berjenis pepohonan yang hidup di ketinggian dari lima sampai 500
meter diatas permukaan laut. Tanaman ini mudah sekali tumbuh dan berkembang
biak melalui cangkok atau persemaian bijinya. Jika ditanam lewat biji, pada usia
3-4 tahun, ia sudah mulai berbuah, yang setahunnya bisa mencapai 1.500 buah
perpohon. Buahnya lonjong, warna buahnya hijau muda bila masih muda, jika
sudah matang berwarna kekuningan kusam, mengandung banyak air dan rasanya
asam segar. Setiap musim belimbing, tanaman belimbing wuluh banyak
menghasilkan buah, dikarenakan buahnya bergerombol. Bisa dimengerti, karena
keasamannya ini kehadiran belimbing wuluh seakan terabaikan. Ia terhitung
jarang ditanam apalagi sampai dikebunkan seperti belimbing manis. Sebab, kata
kebanyakan penggemar tanaman buah, tanamannya saja tidak dapat diandalkan
untuk ditanam di pekarangan sebagai sumber keteduhan. Padahal tanaman ini
mudah ditanam dan diperbanyak. (Lin, 1994).
Selama ini yang sering menggunakan belimbing wuluh adalah masyarakat
Aceh. Pada umumnya mereka mengolah belimbing wuluh menjadi penyedap rasa,
yang disebut asam sunti. Selain itu mereka juga menggunakan air belimbing
wuluh yang diperoleh dari proses pembuatan asam sunti itu untuk mengawetkan
ikan dan daging. Di Jawa tanaman belimbing wuluh banyak dijumpai, namun
banyak yang belum mengetahui khasiatnya. Selain sebagai bumbu masak, ternyata
belimbing wuluh juga bisa digunakan untuk obat dari berbagai macam penyakit,
dan pembersih barang-barang yang terbuat dari logam, kuningan, atau tembaga
dan pakaian. (Eka, 2005).
Berkaitan sifat asam dari yang dihasilkan dari buah Averrhoa bilimbi kita tahu
bahwa cairan yang digunakan dalam sebuah akumulator adalah cairan yang
mengandung tingkat keasaman tinggi. Cairan akumulator yang biasanya
digunakan adalah asam sulfat encer (H2SO4). Pada umumnya, bila akumulator
terus menerus digunakan, aliran akumulator akan habis dan akumulator tidak
dapat berfungsi kembali. Artinya kita harus me-charge kembali akumulator agar
akumulator dapat berfungsi kembali. Selain itu saat ini harga aki relative mahal,
oleh karena itu banyak yang mencoba menggunakan alternatife lain untuk
mengganti cairan aki. Saat ini, penelitian mengenai energi alternative lebih dititik
beratkan kepada energi alternative yang menggunakan bahan-bahan alami dan
bersumber dari alam. Elektrolit dalam batu baterai bersifat asam, sehingga buah
yang bersifat asam dapat menjadi elektrolit. (Sutikno, 2008).
Tanaman Averrhoa bilimbi merupakan tanaman yang menghasilkan buah yang
banyak. Sehingga banyak yang terbuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Apalagi
yang sudah masak, terkadang buahnya jatuh dan membusuk tanpa dimanfaatkan.
Harganyapun sangat murah dan mudah didapat. Jika dibandingkan dengan buah
salak dan asam jawa, belimbing wuluh rasanya lebih bersifat asam, lebih murah,
dan lebih mudah untuk mendapatkannya. Sehingga kita dapat memperoleh cairan
aki dengan mudah dan tidak mengandung bahan kimia (ramah lingkungan).
Cairan dari Averrhoa bilimbi yang telah dihaluskan nantinya akan dimasukkan
dalam sebuah wadah dan dihubungkan dengan pelat yang terbuat dari timbale (Pb)
dan seng.
Ini merupakan sebuah alternative yang dapat digunakan untuk mengganti
cairan asam sulfat encer sebagai caiaran aki, karena buah Avrerhoa bilimbi
mempunyai beberapa kandungan kimia yang bersifat asam seperti: asam oksalat,
asam sitrat, asam tartrat dan asam suksinat, asam format, glukosit, flavonoid,
kalium oksalat, minyak menguap, fenol dan pektin. (Hembing, 2008).
Untuk itu, dalam kegiatan ini akan dilakukan pembuatan cairan akumulator
dari buah Avrerhoa bilimbi yang mempunyai derajat keasaman tinggi.
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, perumusan masalah pada penelitian ini
meliputi :
1. Bagaimanakah proses pembuatan cairan akumulator dengan memanfaatkan
buah Averrhoa bilimbi atau belimbing wuluh?
2. Bagaimana dengan keasaman yang dihasilkan?
D. Tujuan
Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah :
1. Dapat membuat cairan akumulator dengan memanfaatkan buah Averrhoa
bilimbi.
2. Dapat mengetahui derajat keasaman yang dihasilkan dari buah Averrhoa
bilimbi.
E. Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah cairan akumulator yang
terbuat dari buah Averrhoa bilimbi, serta mengetahui derajat keasaman dari cairan
yang dihasilkan.
F. Kegunaan
Dengan penulisan program ini,diharapakan, memberikan informasi tentang
manfaat lain dari tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) yaitu :
1. Dapat digunakan sebagai cairan pengisi akumulator yang ramah lingkungan.
2. Mengetahui tingkat keasaman dari cairan yang dihasilkan.
3. Dapat dijadikan referensi penelitian selanjutnya dalam pemanfaatan dan
pengembangan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) sebagai cairan
alternative aki.
G. Tinjauan Pustaka
1. Akumulator
Akumulator atau sering disebut aki, adalah salah satu komponen utama dalam
kendaraan bermotor, baik mobil atau motor, semua memerlukan aki untuk dapat
menghidupkan mesin mobil (mencatu arus pada dinamo stater kendaraan).
Ada 2 jenis aki, yaitu aki basah dan aki kering. Aki basah, media penyimpan
arus listrik ini merupakan jenis paling umum digunakan.
Aki jenis ini masih perlu diberi air aki yang dikenal dengan sebutan accu zuur.
Selain aki jenis ini, ada beberapa jenis aki basah lainnya :
 Low Maintenance
Jenis ini bentuknya mirip dengan aki basah biasa dan tetap punya lubang
pengisian di atasnya.Bedanya, aki ini sudah diisi air sejak dari pabrik.Untuk
pengisian air aki (bukan dengan accu zuur) bisa dilakukan dalam 6 bulan hingga 1
tahun.
 Maintenance Free
Aki jenis ini tidak mempunyai lubang pengisian air, meski berisi cairan. Mirip
jenis low maintenance, aki ini juga sudah diisi air dari pabrik. Bahan perak yang
dipakai buat elektroda membuat airnya tidak menguap. Kalaupun menguap akan
dikembalikan lagi ke dalam. Keuntungannya adalah aki jenis ini tidak butuh
perawatan.
Aki Kering, aki jenis ini tidak memakai cairan, mirip seperti baterai telpon
selular. Aki ini tahan terhadap getaran dan suhu rendah. Dimensinya yang kecil
bisa menimbulkan keuntungan dan kerugian. Keuntungannya, tidak banyak makan
tempat. Sedangkan kerugiannya, tidak tepat pada dudukan aki aslinya.
Gambar 1. Jenis-jenis aki
Aki jenis ini samasekali tidak butuh perawatan, tetapi rentan-terhadap
pengisian berlebih dan pemakaian arus yang sampai habis, karena bisa merusak
sel-sel penyimpanan arusnya. (John, 1985).
Allesandro Volta, seorang ilmuwan fisika mengetahui, gaya gerak listrik (ggl)
dapat dibangkitkan dua logam yang berbeda dan dipisahkan larutan elektrolit.
Volta mendapatkan pasangan logam tembaga (Cu) dan seng (Zn) dapat
membangkitkan ggl yang lebih besar dibandingkan pasangan logam lainnya
(kelak disebut elemen Volta). Elemen sekunder ini lebih dikenal dengan aki.
Letak pelat positif dan negatif sangat berdekatan tetapi dibuat untuk tidak
saling menyentuh dengan adanya lapisan pemisah yang berfungsi sebagai isolator
(bahan penyekat). Proses kimia yang terjadi pada aki dapat dibagi menjadi dua
bagian penting, yaitu selama digunakan dan dimuati kembali atau ‘disetrum’.
(a) (b)
Gambar 2. Komponen-komponen aki
2. Reaksi kimia pada akumulator
Pada saat aki digunakan, tiap molekul asam sulfat (H2S04) pecah menjadi dua
ion hidrogen yang bermuatan positif (2H+) dan ion sulfat yang bermuatan negatif
(S04
-). Tiap ion S04 yang berada dekat lempeng Pb akan bersatu dengan satu atom
timbal murni (Pb) menjadi timbal sulfat (PbS04) sambil melepaskan dua elektron.
Sedang sepasang ion hidrogen tadi akan ditarik lempeng timbal dioksida (PbO2),
mengambil dua elektron dan bersatu dengan satu atom oksigen membentuk
molekul air (H2O).
Dari proses ini terjadi pengambilan elektron dari timbal dioksida (sehingga
menjadi positif) dan memberikan elektron itu pada timbal murni (sehingga
menjadi negatif), yang mengakibatkan adanya beda potensial listrik di antara dua
kutub tersebut. Proses tersebut terjadi secara simultan, reaksi secara kimia
dinyatakan sebagai berikut :
Pb02 + Pb + 2H2S04 —–> 2PbS04 + 2H20
Di atas ditunjukkan terbentuknya timbal sulfat selama penggunaan
(discharging). Keadaan ini akan mengurangi reaktivitas dari cairan elektrolit
karena asamnya menjadi lemah (encer), sehingga tahanan antara kutub sangat
lemah untuk pemakaian praktis.
Gambar 3. Proses kimia pada aki
3. Belimbing Wuluh
Belimbing wuluh Avrerhoa bilimbi merupakan tumbuhan berjenis pepohonan
yang hidup di ketinggian dari lima sampai 500 meter diatas permukaan laut.
Tanaman ini mudah sekali tumbuh dan berkembang biak melalui cangkok atau
persemaian bijinya. Jika ditanam lewat biji, pada usia 3-4 tahun, ia sudah mulai
berbuah, yang setahunnya bisa mencapai 1.500 buah. Buahnya lonjong, warna
buahnya hijau muda bila masih muda, jika sudah matang berwarna kekuningan
kusam mengandung banyak air dan rasanya asam segar. Bisa dimengerti, karena
keasamannya ini kehadiran belimbing wuluh seakan terabaikan. Ia terhitung
jarang ditanam apalagi sampai dikebunkan seperti belimbing manis. Sebab, kata
kebanyakan penggemar tanaman buah, tanamannya saja tidak dapat diandalkan
untuk ditanam di pekarangan sebagai sumber keteduhan. Padahal tanaman ini
mudah ditanam dan diperbanyak. (Lin, 1994).
Adapun kandungan energi dan zat gizi dalam belimbing wuluh per 100 gram
berat bersih yaitu:
Tabel 1. Kandungan Gizi Belimbing Wuluh
(a) (b)
Gambar 4. Buah Belimbing Wuluh
No Energi dan Zat Gizi Buah Belimbing Wuluh
1. Energi 32 kal
2. Karbohidrat 7 g
3. Lemak - g
4. Protein 0.4 g
5. Vitamin A - SI
6. Vitamin B1 - mg
7. Vitamin C 25 mg
8. Kalsium 10 mg
9. Fosfor 10 mg
10. Zat Besi 1.0mg
11. Kadar Air 93 g
H. METODE PELAKSANAAN PENELITIAN
1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Laboratorium Pusat Fakultas MIPA
Universitas Sebelas Maret Surakarta, selama 5 bulan.
2. Alat dan bahan
Alat yang digunakan untuk penelitian ini antara lain:
· Alat :
a. Blender
Blender digunakan untuk menghaluskan sample.
b. Ember plastik
Ember plastik ini digunakan sebagai wadah belimbing wuluh
(Averrhoa bilimbi) yang telah dihaluskan / diblender.
c. Seng ( 20 cm)
Seng digunakan sebagai kutub negative.
d. Tembaga ( 20 cm)
Tembaga digunakan sebagai kutub positif.
e. Kabel jenis NYA atau NYM dengan diameter 2.5 mm2 (1 meter)
Digunakan untuk menghubungkan larutan dengan multimeter digital.
f. Multimeter digital
Multimeter ini dipakai untuk mengukur tegangan yang dihasilkan
oleh larutan.
g. Alat pengukur keasaman cairan
Alat ini digunakan untuk mengetahiu tingkat keasaman suatu larutan.
h. Pisau dan jepit buaya
i. Kabel serabut
j. Ember Plastik
· Bahan :
a. Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
b. Air bersih ( secukupnya)
3. Metode Penelitian
Prosedur penelitian ini dapat dilihat pada diagram berikut:
Gambar 6. Prosedur Penelitian
Persiapan Alat dan Bahan
Pemblenderan Sample
Set up Alat
Kalibrasi Alat
Pengujian Tingkat Keasaman
Larutan
Pengukuran Tegangan
Analisa dan Pembahasan
Kesimpulan
Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu:
1) Set Up Alat
Set Up alat yaitu menyiapkan alat yang akan digunakan dalam penelitian
ini. Menyiapkan blender, multimeter yang telah disambung dengan kabel,
dimana kabel tersebut telah disambungkan dengan tembaga dan seng.
2) Memblender Sample
Belimbing Wuluh (Averrho bilimbi) yang telah dicuci besih, kemudian
dihaluskan dengan blender, lalu dituangkan kedalam ember plastik.
3) Menguji tingkat keasaman larutan
Belimbing wuluh yang telah dihaluskan tersebut, diuji kadar keasaman
larutannya.
4) Memasukkan seng dan logam
Seng dan Logam dimasukkan ke dalam ember plastik yang telah terisi
belimbing wuluh (Averrho bilimbi) yang telah dihaluskan, dimana pada ujung
seng dan tembaga tersebut masing-masing telah disambung dengan kabel ke
alat pengukur tegangan.
5) Pengukuran Tegangan
Setelah seng dan tembaga tersebut telah tersambung dengan kabel alat
pengukur tegangan, maka dapat diperoleh tegangan yang dihasilkan dari
larutan belimbing wuluh tersebut.
6) Analisa data dan Kesimpulan
Pada penelitian ini akan diperoleh tegangan yang berbeda-beda, sehingga
dapat dibuat grafik antara tegangan yang berubah-ubah dengan kadar
keasaman yang konstan. Selanjutnya, dilakukan analisa dan dibahas secara
keseluruhan dari grafik tersebut hingga diperoleh kesimpulan.A. JUDUL PROGRAM
Pemanfaatan Buah Belimbing Wuluh (Averr hoa bilimbi L) sebagai Cairan
Akumulator Secara Alami dan Ramah Lingkungan.
B. Latar Belakang Masalah
Buah belimbing adalah nama Melayu untuk jenis tanaman buah dari keluarga
Oxalidaceae, marga Averrhoa. Tanaman belimbing dibagi menjadi dua jenis, yaitu
belimbing manis (Averrhoa carambola) dan belimbing asam (Averrhoa bilimbi)
atau lazim pula disebut belimbing wuluh. Belimbing adalah tanaman asli
Indonesia dan Malaysia, yang kemudian menyebar rata di Asia Tenggara seperti
Kalimantan, Filipina, dan ke negara lainnya. Alasannya, karena tanaman
belimbing berasal dari kawasan beriklim kering di Asia Tenggara, seperti halnya
Jawa dan Sumatera. (Lin, 1994).
Banyak tanaman di Indonesia yang sebenarnya dapat memberikan banyak
manfaat, namun belum dibudidayakan secara khusus. Salah satu diantaranya
adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Belimbing wuluh merupakan
tumbuhan berjenis pepohonan yang hidup di ketinggian dari lima sampai 500
meter diatas permukaan laut. Tanaman ini mudah sekali tumbuh dan berkembang
biak melalui cangkok atau persemaian bijinya. Jika ditanam lewat biji, pada usia
3-4 tahun, ia sudah mulai berbuah, yang setahunnya bisa mencapai 1.500 buah
perpohon. Buahnya lonjong, warna buahnya hijau muda bila masih muda, jika
sudah matang berwarna kekuningan kusam, mengandung banyak air dan rasanya
asam segar. Setiap musim belimbing, tanaman belimbing wuluh banyak
menghasilkan buah, dikarenakan buahnya bergerombol. Bisa dimengerti, karena
keasamannya ini kehadiran belimbing wuluh seakan terabaikan. Ia terhitung
jarang ditanam apalagi sampai dikebunkan seperti belimbing manis. Sebab, kata
kebanyakan penggemar tanaman buah, tanamannya saja tidak dapat diandalkan
untuk ditanam di pekarangan sebagai sumber keteduhan. Padahal tanaman ini
mudah ditanam dan diperbanyak. (Lin, 1994).
Selama ini yang sering menggunakan belimbing wuluh adalah masyarakat
Aceh. Pada umumnya mereka mengolah belimbing wuluh menjadi penyedap rasa,
yang disebut asam sunti. Selain itu mereka juga menggunakan air belimbing
wuluh yang diperoleh dari proses pembuatan asam sunti itu untuk mengawetkan
ikan dan daging. Di Jawa tanaman belimbing wuluh banyak dijumpai, namun
banyak yang belum mengetahui khasiatnya. Selain sebagai bumbu masak, ternyata
belimbing wuluh juga bisa digunakan untuk obat dari berbagai macam penyakit,
dan pembersih barang-barang yang terbuat dari logam, kuningan, atau tembaga
dan pakaian. (Eka, 2005).
Berkaitan sifat asam dari yang dihasilkan dari buah Averrhoa bilimbi kita tahu
bahwa cairan yang digunakan dalam sebuah akumulator adalah cairan yang
mengandung tingkat keasaman tinggi. Cairan akumulator yang biasanya
digunakan adalah asam sulfat encer (H2SO4). Pada umumnya, bila akumulator
terus menerus digunakan, aliran akumulator akan habis dan akumulator tidak
dapat berfungsi kembali. Artinya kita harus me-charge kembali akumulator agar
akumulator dapat berfungsi kembali. Selain itu saat ini harga aki relative mahal,
oleh karena itu banyak yang mencoba menggunakan alternatife lain untuk
mengganti cairan aki. Saat ini, penelitian mengenai energi alternative lebih dititik
beratkan kepada energi alternative yang menggunakan bahan-bahan alami dan
bersumber dari alam. Elektrolit dalam batu baterai bersifat asam, sehingga buah
yang bersifat asam dapat menjadi elektrolit. (Sutikno, 2008).
Tanaman Averrhoa bilimbi merupakan tanaman yang menghasilkan buah yang
banyak. Sehingga banyak yang terbuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Apalagi
yang sudah masak, terkadang buahnya jatuh dan membusuk tanpa dimanfaatkan.
Harganyapun sangat murah dan mudah didapat. Jika dibandingkan dengan buah
salak dan asam jawa, belimbing wuluh rasanya lebih bersifat asam, lebih murah,
dan lebih mudah untuk mendapatkannya. Sehingga kita dapat memperoleh cairan
aki dengan mudah dan tidak mengandung bahan kimia (ramah lingkungan).
Cairan dari Averrhoa bilimbi yang telah dihaluskan nantinya akan dimasukkan
dalam sebuah wadah dan dihubungkan dengan pelat yang terbuat dari timbale (Pb)
dan seng.
Ini merupakan sebuah alternative yang dapat digunakan untuk mengganti
cairan asam sulfat encer sebagai caiaran aki, karena buah Avrerhoa bilimbi
mempunyai beberapa kandungan kimia yang bersifat asam seperti: asam oksalat,
asam sitrat, asam tartrat dan asam suksinat, asam format, glukosit, flavonoid,
kalium oksalat, minyak menguap, fenol dan pektin. (Hembing, 2008).
Untuk itu, dalam kegiatan ini akan dilakukan pembuatan cairan akumulator
dari buah Avrerhoa bilimbi yang mempunyai derajat keasaman tinggi.
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, perumusan masalah pada penelitian ini
meliputi :
1. Bagaimanakah proses pembuatan cairan akumulator dengan memanfaatkan
buah Averrhoa bilimbi atau belimbing wuluh?
2. Bagaimana dengan keasaman yang dihasilkan?
D. Tujuan
Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah :
1. Dapat membuat cairan akumulator dengan memanfaatkan buah Averrhoa
bilimbi.
2. Dapat mengetahui derajat keasaman yang dihasilkan dari buah Averrhoa
bilimbi.
E. Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah cairan akumulator yang
terbuat dari buah Averrhoa bilimbi, serta mengetahui derajat keasaman dari cairan
yang dihasilkan.
F. Kegunaan
Dengan penulisan program ini,diharapakan, memberikan informasi tentang
manfaat lain dari tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) yaitu :
1. Dapat digunakan sebagai cairan pengisi akumulator yang ramah lingkungan.
2. Mengetahui tingkat keasaman dari cairan yang dihasilkan.
3. Dapat dijadikan referensi penelitian selanjutnya dalam pemanfaatan dan
pengembangan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) sebagai cairan
alternative aki.
G. Tinjauan Pustaka
1. Akumulator
Akumulator atau sering disebut aki, adalah salah satu komponen utama dalam
kendaraan bermotor, baik mobil atau motor, semua memerlukan aki untuk dapat
menghidupkan mesin mobil (mencatu arus pada dinamo stater kendaraan).
Ada 2 jenis aki, yaitu aki basah dan aki kering. Aki basah, media penyimpan
arus listrik ini merupakan jenis paling umum digunakan.
Aki jenis ini masih perlu diberi air aki yang dikenal dengan sebutan accu zuur.
Selain aki jenis ini, ada beberapa jenis aki basah lainnya :
 Low Maintenance
Jenis ini bentuknya mirip dengan aki basah biasa dan tetap punya lubang
pengisian di atasnya.Bedanya, aki ini sudah diisi air sejak dari pabrik.Untuk
pengisian air aki (bukan dengan accu zuur) bisa dilakukan dalam 6 bulan hingga 1
tahun.
 Maintenance Free
Aki jenis ini tidak mempunyai lubang pengisian air, meski berisi cairan. Mirip
jenis low maintenance, aki ini juga sudah diisi air dari pabrik. Bahan perak yang
dipakai buat elektroda membuat airnya tidak menguap. Kalaupun menguap akan
dikembalikan lagi ke dalam. Keuntungannya adalah aki jenis ini tidak butuh
perawatan.
Aki Kering, aki jenis ini tidak memakai cairan, mirip seperti baterai telpon
selular. Aki ini tahan terhadap getaran dan suhu rendah. Dimensinya yang kecil
bisa menimbulkan keuntungan dan kerugian. Keuntungannya, tidak banyak makan
tempat. Sedangkan kerugiannya, tidak tepat pada dudukan aki aslinya.
Gambar 1. Jenis-jenis aki
Aki jenis ini samasekali tidak butuh perawatan, tetapi rentan-terhadap
pengisian berlebih dan pemakaian arus yang sampai habis, karena bisa merusak
sel-sel penyimpanan arusnya. (John, 1985).
Allesandro Volta, seorang ilmuwan fisika mengetahui, gaya gerak listrik (ggl)
dapat dibangkitkan dua logam yang berbeda dan dipisahkan larutan elektrolit.
Volta mendapatkan pasangan logam tembaga (Cu) dan seng (Zn) dapat
membangkitkan ggl yang lebih besar dibandingkan pasangan logam lainnya
(kelak disebut elemen Volta). Elemen sekunder ini lebih dikenal dengan aki.
Letak pelat positif dan negatif sangat berdekatan tetapi dibuat untuk tidak
saling menyentuh dengan adanya lapisan pemisah yang berfungsi sebagai isolator
(bahan penyekat). Proses kimia yang terjadi pada aki dapat dibagi menjadi dua
bagian penting, yaitu selama digunakan dan dimuati kembali atau ‘disetrum’.
(a) (b)
Gambar 2. Komponen-komponen aki
2. Reaksi kimia pada akumulator
Pada saat aki digunakan, tiap molekul asam sulfat (H2S04) pecah menjadi dua
ion hidrogen yang bermuatan positif (2H+) dan ion sulfat yang bermuatan negatif
(S04
-). Tiap ion S04 yang berada dekat lempeng Pb akan bersatu dengan satu atom
timbal murni (Pb) menjadi timbal sulfat (PbS04) sambil melepaskan dua elektron.
Sedang sepasang ion hidrogen tadi akan ditarik lempeng timbal dioksida (PbO2),
mengambil dua elektron dan bersatu dengan satu atom oksigen membentuk
molekul air (H2O).
Dari proses ini terjadi pengambilan elektron dari timbal dioksida (sehingga
menjadi positif) dan memberikan elektron itu pada timbal murni (sehingga
menjadi negatif), yang mengakibatkan adanya beda potensial listrik di antara dua
kutub tersebut. Proses tersebut terjadi secara simultan, reaksi secara kimia
dinyatakan sebagai berikut :
Pb02 + Pb + 2H2S04 —–> 2PbS04 + 2H20
Di atas ditunjukkan terbentuknya timbal sulfat selama penggunaan
(discharging). Keadaan ini akan mengurangi reaktivitas dari cairan elektrolit
karena asamnya menjadi lemah (encer), sehingga tahanan antara kutub sangat
lemah untuk pemakaian praktis.
Gambar 3. Proses kimia pada aki
3. Belimbing Wuluh
Belimbing wuluh Avrerhoa bilimbi merupakan tumbuhan berjenis pepohonan
yang hidup di ketinggian dari lima sampai 500 meter diatas permukaan laut.
Tanaman ini mudah sekali tumbuh dan berkembang biak melalui cangkok atau
persemaian bijinya. Jika ditanam lewat biji, pada usia 3-4 tahun, ia sudah mulai
berbuah, yang setahunnya bisa mencapai 1.500 buah. Buahnya lonjong, warna
buahnya hijau muda bila masih muda, jika sudah matang berwarna kekuningan
kusam mengandung banyak air dan rasanya asam segar. Bisa dimengerti, karena
keasamannya ini kehadiran belimbing wuluh seakan terabaikan. Ia terhitung
jarang ditanam apalagi sampai dikebunkan seperti belimbing manis. Sebab, kata
kebanyakan penggemar tanaman buah, tanamannya saja tidak dapat diandalkan
untuk ditanam di pekarangan sebagai sumber keteduhan. Padahal tanaman ini
mudah ditanam dan diperbanyak. (Lin, 1994).
Adapun kandungan energi dan zat gizi dalam belimbing wuluh per 100 gram
berat bersih yaitu:
Tabel 1. Kandungan Gizi Belimbing Wuluh
(a) (b)
Gambar 4. Buah Belimbing Wuluh
No Energi dan Zat Gizi Buah Belimbing Wuluh
1. Energi 32 kal
2. Karbohidrat 7 g
3. Lemak - g
4. Protein 0.4 g
5. Vitamin A - SI
6. Vitamin B1 - mg
7. Vitamin C 25 mg
8. Kalsium 10 mg
9. Fosfor 10 mg
10. Zat Besi 1.0mg
11. Kadar Air 93 g
H. METODE PELAKSANAAN PENELITIAN
1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Laboratorium Pusat Fakultas MIPA
Universitas Sebelas Maret Surakarta, selama 5 bulan.
2. Alat dan bahan
Alat yang digunakan untuk penelitian ini antara lain:
· Alat :
a. Blender
Blender digunakan untuk menghaluskan sample.
b. Ember plastik
Ember plastik ini digunakan sebagai wadah belimbing wuluh
(Averrhoa bilimbi) yang telah dihaluskan / diblender.
c. Seng ( 20 cm)
Seng digunakan sebagai kutub negative.
d. Tembaga ( 20 cm)
Tembaga digunakan sebagai kutub positif.
e. Kabel jenis NYA atau NYM dengan diameter 2.5 mm2 (1 meter)
Digunakan untuk menghubungkan larutan dengan multimeter digital.
f. Multimeter digital
Multimeter ini dipakai untuk mengukur tegangan yang dihasilkan
oleh larutan.
g. Alat pengukur keasaman cairan
Alat ini digunakan untuk mengetahiu tingkat keasaman suatu larutan.
h. Pisau dan jepit buaya
i. Kabel serabut
j. Ember Plastik
· Bahan :
a. Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
b. Air bersih ( secukupnya)
3. Metode Penelitian
Prosedur penelitian ini dapat dilihat pada diagram berikut:
Gambar 6. Prosedur Penelitian
Persiapan Alat dan Bahan
Pemblenderan Sample
Set up Alat
Kalibrasi Alat
Pengujian Tingkat Keasaman
Larutan
Pengukuran Tegangan
Analisa dan Pembahasan
Kesimpulan
Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu:
1) Set Up Alat
Set Up alat yaitu menyiapkan alat yang akan digunakan dalam penelitian
ini. Menyiapkan blender, multimeter yang telah disambung dengan kabel,
dimana kabel tersebut telah disambungkan dengan tembaga dan seng.
2) Memblender Sample
Belimbing Wuluh (Averrho bilimbi) yang telah dicuci besih, kemudian
dihaluskan dengan blender, lalu dituangkan kedalam ember plastik.
3) Menguji tingkat keasaman larutan
Belimbing wuluh yang telah dihaluskan tersebut, diuji kadar keasaman
larutannya.
4) Memasukkan seng dan logam
Seng dan Logam dimasukkan ke dalam ember plastik yang telah terisi
belimbing wuluh (Averrho bilimbi) yang telah dihaluskan, dimana pada ujung
seng dan tembaga tersebut masing-masing telah disambung dengan kabel ke
alat pengukur tegangan.
5) Pengukuran Tegangan
Setelah seng dan tembaga tersebut telah tersambung dengan kabel alat
pengukur tegangan, maka dapat diperoleh tegangan yang dihasilkan dari
larutan belimbing wuluh tersebut.
6) Analisa data dan Kesimpulan
Pada penelitian ini akan diperoleh tegangan yang berbeda-beda, sehingga
dapat dibuat grafik antara tegangan yang berubah-ubah dengan kadar
keasaman yang konstan. Selanjutnya, dilakukan analisa dan dibahas secara
keseluruhan dari grafik tersebut hingga diperoleh kesimpulan.

May
05

Belimbing Wuluh Pengganti Cairan Aki

Posted by dewinugrahawati

document

Berkaitan sifat asam dari yang dihasilkan dari buah Averrhoa bilimbi kita tahu bahwa cairan yang digunakan dalam sebuah akumulator adalah cairan yang mengandung tingkat keasaman tinggi. Cairan akumulator yang biasanya digunakan adalah asam sulfat encer (H2SO4). Pada umumnya, bila akumulator terus menerus digunakan, aliran akumulator akan habis dan akumulator tidak dapat berfungsi kembali. Artinya kita harus me-charge kembali akumulator agar akumulator dapat berfungsi kembali. Selain itu saat ini harga aki relative mahal, oleh karena itu banyak yang mencoba menggunakan alternatife lain untuk mengganti cairan aki. Saat ini, penelitian mengenai energi alternative lebih dititik beratkan kepada energi alternative yang menggunakan bahan-bahan alami dan bersumber dari alam. Elektrolit dalam batu baterai bersifat asam, sehingga buah yang bersifat asam dapat menjadi elektrolit. (Sutikno, 2008).
Tanaman Averrhoa bilimbi merupakan tanaman yang menghasilkan buah yang
banyak. Sehingga banyak yang terbuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Apalagi
yang sudah masak, terkadang buahnya jatuh dan membusuk tanpa dimanfaatkan.
Harganyapun sangat murah dan mudah didapat. Jika dibandingkan dengan buah salak dan asam jawa, belimbing wuluh rasanya lebih bersifat asam, lebih murah, dan lebih mudah untuk mendapatkannya. Sehingga kita dapat memperoleh cairan aki dengan mudah dan tidak mengandung bahan kimia (ramah lingkungan).  Cairan dari Averrhoa bilimbi yang telah dihaluskan nantinya akan dimasukkan dalam sebuah wadah dan dihubungkan dengan pelat yang terbuat dari timbale (Pb) dan seng.
Ini merupakan sebuah alternative yang dapat digunakan untuk mengganti
cairan asam sulfat encer sebagai caiaran aki, karena buah Avrerhoa bilimbi
mempunyai beberapa kandungan kimia yang bersifat asam seperti: asam oksalat,
asam sitrat, asam tartrat dan asam suksinat, asam format, glukosit, flavonoid,
kalium oksalat, minyak menguap, fenol dan pektin. (Hembing, 2008).

Dec
05

penangkapan ikan dengan cahaya

Posted by dewinugrahawati

Pemanfaatan cahaya sebagai alat bantu penangkapan ikan sesungguhnya sangat berkaitan dengan upaya nelayan dalam memahami perilaku ikan dalam merespon perubahan lingkungan yang ada di sekitarnya.Namun demikian, tingkat gerombolan ikan dan ketertarikan ikan pada sumber cahaya bervariasi antar jenis ikan. Perbedaan tersebut secara umum disebabkan karena perbedaan faktor phylogenetic dan ekologi, selain juga oleh karakteristik fisik sumber cahaya, khususnya tingkat intensitas dan panjang gelombangnya. Hasil kajian beberapa peneliti menyebutkan bahwa, tidak semua jenis cahaya dapat diterima oleh mata ikan. Hanya cahaya yang memiliki panjang gelombang pada interval 400 sampai 750 nanometer yang mampu ditangakp oleh mata ikan.

Subscribe to dewinugrahawati